Kampanye pun sudah usai, dan KPU kota pontianak pun sudah menetapkan pasangan pemenangnya.tapi cobalah kita melihat dari sisi lain hasil dari pesta demokrasi ini membuahkan hasil yaitu sampah, sangat sedikit yang melihat dari sisi ini. bayangkan saja dari 7 pasangan kesemuanya itu berkampanye kemungkinan yang terburuk adalah penumpukan sampah dimana-mana setiap kecamatan dan sudut-sudut kota pontianak. mulai dari poster,stiker, sampai yang paling terkecil adalah sampah makanan buat para masing-masing pendukungnya.
Sangat ironis sekali ketika setiap kandidat memaparkan visi dan misinya., ternyata dilain sisi kota dipenuhi dengan sampah hasil pilwako.seperti halnya setiap kegiatan tentunya diakhirnya dari suatu acara akan ada sistem atau grup atau team yang dibuat untuk membersihkan lokasi atau acara tersebut. seharusnya kita punya juga team yang seperti itu juga jangan udah "menuai hasilnya tapi enggan untuk membersihkanya"
Tunjukan dulu dedikasi kalian dalam menanggapi sampah ini di awal pemerintahan ini, pontianak tidak hanya butuh seorang pemimpin yang tangguh, tapi juga kota pontianak butuh juga pemimpin yang bisa mengerti dan menghargai sampah. kepada seluruh teman-teman elemen aktivis lingkungan untuk bersama memerangi kepemerintahan dikota pontianak yang masing kurangya peduli dari sampah yang mereka hasilkan sendiri. mari bersama kita bangun kota pontianak yang bersih dan teduh penuh hijau nan sejuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar